Each page brings you to knows Sociology further

Facebook
RSS
Tampilkan postingan dengan label Puisi Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Tokoh. Tampilkan semua postingan

Soe Hok Gie

Masyarakat Borjuis
ditulis saat Soe Hok Gie berumur 18 thn.

Ada suatu yang patut ditangisi
Aku kira kau pun tahu
Masyarakatmu, masyarakat borjuis
Tiada kebenaran disana
Dan kalian selalu menghindarinya

Aku selalu serukan (dalam hati tentu)
”Wahai, kaum proletar sedunia”
Berdoalah untuk masyarakat borjuis.
[ Read More ]

Kahlil Gibran: Nyanyian Sukma

Di dasar relung jiwaku bergema nyanyian tanpa kata
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku
yang tiada dicairkan oleh tinta diatas lembar kulit
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yang tipis kainnya
dan mengalirkan sayang, namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkannya?
aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
kepada siapa aku menyanyikannya?
dia tersimpan dalam relung sukmaku
karena aku risau, ddia akan terhempas
di telinga pendengaran yang keras.

Apabila ku tatap penglihatan batinku
nampak didalamnya bayangan dari bayangnya
dan apabila ku sentuh ujung jemariku
terasa getaran kehadirannya.

Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya
bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan
air mataku menandai sendu
bagai titik embun yang syahdu
yang membongkar rahasia mawar layu.

Lagu itu dgubah oleh renungan
dan dikumandangkan oleh kesunyian
dan disingkirkan oleh kebisingan dan dilipat oleh kebenaran
dan di ulang-ulang oleh mimpi dan bayangan
difahami oleh cinta
disembunyikan kesadaran siang
dan dinyanyikan sukma malam

Lagu itu, KASIH SAYANG..
[ Read More ]

Puisi Cinta Chairil Anwar, Puisi Cinta yang Bergelora

Mengisi waktu luang setelah bergelut dengan Raditya Dika [baca: novelnya "Marmut Merah Jambu" ], iseng aku nyari puisi cinta. Nemu yang satu ini, lumayan mengena. check this out!

SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda


Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku


Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…

Menggambarkan perasaanku yang zaman sekarang dikenal istilah G.A.L.A.U. Ya, memang sekarang ini yang aku rasain. meskipun diluar sana ada seseorang yang berjanji untuk menepiskan semua galau, tapi ya memang beginilah perasaanku.
[ Read More ]

    About Me

    Foto Saya
    Mentari
    Yogyakarta, D.I Yogyakarta, Indonesia
    Apa adanya, terungkap melalui kata.
    Lihat profil lengkapku