Each page brings you to knows Sociology further

Facebook
RSS
Tampilkan postingan dengan label Sastraku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastraku. Tampilkan semua postingan

Mentari

dulu mentari selalu hangatkan aku
memberi semangat baru dan ceria karenanya..
selalu bisa tepiskan gerimis yang akan menutup hangat sinarnya..

namun suatu ketika halilintar menggelegar di hariku
sejak saat itu, mentari mulai meredupkan sinarnya
dan aku kehilangan dia, hariku mulai sayu..
sampai suatu ketika aku berjalan lemas di suatu pagi buta..
[ Read More ]

Katakanlah

aku sangat menghargaimu sebagai seseorang yang senantiasa memberikan kasihmu untukku..
aku menyayangimu sepenuh hatiku, seakan kau memang benar terakhir untukku..
dan karena aku ingin begitu..
takkan pernah aku sesali memiliki dirimu..

namun, menginjak langkah kelima kita..
aku merasa ada yang hilang darimu..
tak seperti dahulu saat baru - baru saja kau meminta aku menjadi bagian hari - harimu..
entah, aku tak mampu menerka apa yang terjadi..

namun, jika ku memberimu sebuah tanya tentang apa yang terjadi..
kau selalu mengelak tuk katakan yang sebenarnya..
jika aku berusaha memberi ruang untuk mu menyendiri..
kau anggap diriku mulai acuhkan dirimu..

sebenarnya aku harus lakukan apa untuk membuatmu kembali seperti kekasih yang dulu aku kenal?
apa yang harus aku katakan untuk buatmu kembali iringi tawaku??

aku merindukan kasihmu yang dulu..
[ Read More ]

PANTAI

Sesak ku hirup udara pagi ini,
padahal cerah, namun yang kurasa mendung dibayangi badai siap memangsa..
Ada apa?

Galau itu masih saja ada,
meski telah kucoba 'tuk tepiskan hingga aku bosan
berkali-kali ku tengok sepasang jarum yang terus berputar
kini menunjukkan angka genap diatas lima
sampai-sampai kudengar ayam berkokok terbahak melihatku meratapi hati
ahh, ingin rasanya aku pergi,

aku ingin berada di suatu tempat dimana ombak, butir pasir, dan karang beradu..
menikmati semilir angin yang membelai lembut parasku..
menikmati teriakan ombak yang terdengar tegar..
dan berharap semua laraku dapat luluh bersama deburnya..
[ Read More ]

Sebait Puisi Untuk Cinta

Mengenang peristiwa setahun silam yang menggetarkan hati, air mata itu masih ku ingat :)

Datangnya hari seakan tak berwaktu,
Ayunan kakipun serasa mulai tak menentu..
puing - puing kisah indah yang telah berdebu,
seperti tabir mimpi yang hadir di sela- sela tidurku..

melukis indah tiap erat jemari kita menyatu, tiap keluh kesah yang bersandar dibahu..
serta tiap pandangan mata yang saling menuju..

namun,
simphony itu kini telah berlalu..
seiring dengan kisah kita yang takkan mungkin bersatu..

hanya ada yang harus kau tahu,

CINTAKU MASIH UNTUK DIRIMU
[ Read More ]

Apa?

          Fajar menyingsing, menjadi awal hitungan waktu kita untuk bersama. Kicau burung saat itu membuat suasana menjadi lebih indah. Kita nikmati tiap senandung yang melagukan cinta, yang membuat kala enggan beranjak senja. Kuncup-kuncup mawar yang dulunya malu-malu untuk merekah, kini mulai rebakkan keharuman, tenangkan jiwa untuk terus bersama dan lupakan gerimis di senja yang lalu. Indah, hangat, dan cinta seakan abadi dan tak ada yang mampu menandingi keindahan yang kita cipta bahkan madu yang tiap harinya kita bawa.. Hangat mentari pagi itu membuat ku yakin dengan mimpi yang kita buat. Kita terus melangkah tapak demi tapak kehidupan, dan seiring berjalannya waktu kamu pun tahu itu tak mudah untuk dilalui. Namun, lamanya kebersamaan ini membuat kita terlelap dan lupa deng
an semua.
[ Read More ]

    About Me

    Foto Saya
    Mentari
    Yogyakarta, D.I Yogyakarta, Indonesia
    Apa adanya, terungkap melalui kata.
    Lihat profil lengkapku